Biara Kristen tertua di Irak sudah dihancurkan ISIS

iadi_biara_irak_st_elijah_640x360_ap_nocredit
Biara Santo Elijah berdiri di sebuah perbukitan di kota Mosul selama 1.400 tahun. – BBC

Gambar-gambar satelit mengukuhkan bahwa biara Kristen tertua di Irak sudah dihancurkan oleh kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Biara Santo Elijah berdiri di sebuah perbukutan di kota Mosul selama 1.400 tahun namun pengamat mengatakan berdasarkan gambar satelit -yang diperoleh kantor berita AP- biara itu sudah dihancurkan pada akhir 2014, tak lama setelah ISIS merebut kota di Irak utara tersebut.

Seorang pendeta Katolik yang tinggal di Mosul memperingatkan sejarah Kristen ‘dihancurkan secara brutal’.

“Kami melihatnya sebagai upaya untuk mengusir kami dari Irak, membasmi dan mengakhiri keberadaan kami di tanah ini,” tutur Pastor Paul Thabit Habib, yang kini tinggal di Irbil, yang dikuasai Kurdi.

Biara Santo Elijah 2011
Biara Santo Elijah dalam gambar satelit tahun 2011.

 

Biara Santo ElijahBiara Santo Elijah dalam gambar satelit tahun 2014, setelah dihancurkan.

ISIS menjadikan umat Kristen di Irak dan Suriah sebagai sasaran, dengan menyita harta bendanya dan memaksa untuk pindah memeluk agama Islam serta membayar pajak khusus atau diusir ke luar.

Kelompok militan itu juga menghancurkan beberapa biara dan gereja, termasuk situs-situs pra-Islam, seperti Nimrud, Hatra, dan Nineveh di Irak serta Palmyra di Suriah.

Biara Santo Elijah atau Deir Mar Elia diyakini dibangun oleh para pendeta Assyria pada abad ke-6 dan belakangan digunakan oleh sebuah ordo Katolik, Chaldean.

Tahun 1743, pasukan Persia memberi ultimatum kepada para biarawan di sana pindah agama menjadi Islam namun mereka menolak dan sekitar 150 orang dibunuh.

Sumber: BBC Indonesia, 21 Januari 2016