Pidato SBY di AS: Tak Ada Ruang bagi Perilaku Tak Toleran

iai_sby_penghargaanPresiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pemerintah Indonesia bersama seluruh komponen bangsa lainnya terus mengembangkan kehidupan berbangsa termasuk mencegah perilaku tidak toleran dan menegakkan hukum bila ada tindakan tersebut.
“Proses demokrasi masih terus berkembang dan konsistensi sebagai sebuah negara merdeka masih diuji. Mengembangkan perdamaian, ketertiban, dan harmoni merupakan sesuatu yang tidak bisa terjadi begitu saja,” kata Presiden, dalam acara penyerahan penghargaan World Statesman Award  di New York Kamis (30/5) malam waktu setempat atau Jumat (31/5) pagi waktu Jakarta.

Indonesia, kata Presiden, meski telah berkembang menjadi sebuah negara demokrasi dan berhasil lepas dari bayang-bayang kesulitan pascareformasi 1998 di bidang politik, keamanan, ekonomi, namun masih ada sejumlah masalah yang dihadapi dan terus dibenahi.

“Konflik komunal beberapa kali masih terjadi, pertentangan akibat sensitivitas nilai agama masih juga ada. Radikalisme juga masih sesekali terjadi. Namun saya percaya bahwa masalah ini tidak hanya dihadapi oleh Indonesia sendiri, namun juga merupakan fenomena global,” kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan pemerintah dan seluruh komponen bangsa terus melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,”kami akan terus melanjutkan upaya transformasi Indonesia sambil menyelesaikan permasalahan tersebut.”

“Kami tidak akan menolerir setiap tindakan kekerasan oleh kelompok yang mengatasnamakan agama. Kami juga tidak akan membiarkan penodaan tempat ibadah agama apapun untuk alasan apapun. Kami juga akan melindungi minoritas dan memastikan tidak ada yang mengalami diskriminasi. Kami juga akan memastikan siapapun yang melanggar hak yang dimiliki kelompok lain akan menghadapi proses hukum,” kata Presiden.

Menurutnya, pemerintah terus melakukan langkah untuk memastikan semua penganut agama hidup dalam kebebasan beribadah dan juga hidup secara berdampingan dalam persaudaraan.

“Indonesia akan selalu menjadi negara dengan tempat ibadah yang melimpah. Saat ini ada lebih dari 255.000 masjid. Kami juga memiliki lebih dari 13.000 Pura Hindu, sekitar 2.000 candi Budha dan lebih dari 1.300 kelenteng Confucius. Dan ini mungkin mengejutkan Anda, kami memiliki lebih dari 61.000 gereja di Indonesia, lebih banyak dibandingkan di Inggris dan Jerman. Dan banyak tempat ibadah itu berlokasi di jalan yang sama,” ungkap Presiden.

Penyerahan World Statesman Award dilangsungkan di Hotel Pierre New York. Penghargaan itu diserahkan oleh Rabbi Arthur Scheneier dalam sebuah acara makan malam. Hadir juga mantan Menlu AS yang juga tokoh hubungan internasional Dr. Henry Kissinger.

Presiden didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menlu Marty Natalegawa, Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal dan Mensesneg Sudi Silalahi.

 Sumber: Kompas.com 31/5/13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s