Sengketa kata Allah, gereja Malaysia dilempari molotov

Sejumlah organisasi Islam mengadakan kampanye menegaskan hak eksklusif penggunaan kata Allah.

Kepolisian Malaysia mengatakan, pihaknya meningkatkan patroli di gereja-gereja di Penang setelah sebuah gereja Katolik di negara bagian Malaysia itu dilempari dua bom molotov.

Satu bom molotov meledak, tetapi bom kedua gagal meledak karena jatuh di rumput. Insiden pada Senin pagi (27/1/2014) itu terjadi di tengah ketegangan sengketa kata “Allah”.

Sebagian kalangan di Malaysia mengklaim kata dari bahasa Arab untuk merujuk kepada Tuhan itu hanya boleh digunakan oleh umat Muslim.

Namun, kata tersebut juga digunakan oleh umat Kristen yang menggunakan Alkitab berbahasa Melayu atau Indonesia dan bahasa-bahasa penduduk asli seperti bahasa Iban.

Pelemparan bom molotov di gereja di negara bagian Penang terjadi setelah ditemukan spanduk kontroversial dengan kata Allah di luar gereja pada Minggu (26/1/2014).

Pengadilan banding telah memutuskan bahwa terbitan Katolik, Herald, tidak boleh menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan.

Alasannya, penggunaan kata Allah bukan bagian integral dari keyakinan Kristiani walaupun sudah digunakan umat Kristen di Malaysia sejak berabad-abad lalu.

Herald mengajukan banding atas putusan tersebut di tingkat pengadilan federal. Rencananya sidang di tingkat pengadilan federal akan digelar pada 5 Maret mendatang

Sumber: BBC Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s